Allah Adalah Terang, Pencipta Terang

Pdt. Yaksih A.N. Tnunay
Bacaan Alkitab: Kejadian 1:3-5
Berfirmanlah Allah, Jadilah Terang dan terang lalu terang itu (ayat 3)
SEBAGIAN besar makhluk yang hidup menyukai dan membutuhkan terang. Hanya makhluk gelap saja yang tidak menyukai atau takut pada terang. Terang itu dibutuhkan dalam kehidupan. Kita butuh terang. Tumbuhan untuk pertumbuhannya dalam proses fotosintesis pun membutuhkan terang. Terang itu bawa banyak manfaat bagi kehidupan. Salah satunya adalah Dia membuat kita mampu melihat dengan jelas dan membedakan sesuatu yang ada di sekitar kita. Coba bayangkan apa jadinya kita tanpa terang.
Ayat 3-5 bacaan kali ini bercerita tentang terang. terang yang dimaksud adalah terang yang Allah ciptakan. Terang ini bukan benda penerang seperti matahari, bulan dan bintang. Terang ini adalah pembeda dari gelap gulita yang sudah ada sebelum Allah menciptakaan langit dan bumi. Terang ini adalah ciptaan Allah yang menjadi manisfesta dari kuasa Allah, yang di ayat 2 melebihi kuasa gelap gulita itu. Terang ini diciptakan Allah untuk mengalahkan gelap gulita yang menawarkan dan menghadirkan rasa takut sehingga menjadikan hidup tidak beraturan. Terang ini adalah kehadiran kuasa Allah untuk mulai menguasai gelap gulita mengatur segala yang tidak beraturan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 2 supaya maksud Allah untuk menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dapat berjalan dengan baik dan memiliki kuasa keberlanjutan kelak.
Terang yang Allah ciptakan ini juga menyebabkan munculnya waktu yang disebut sebagai siang dan malam. Sebuah ungkapan yang mau menyatakan bahwa Allah itu adalah pengatur waktu dan berdaulat penuh untuk mengatur waktu. Siang dan malam yang diciptakan Allah setelah menghadirkan terang adalah juga sebuah petunjuk waktu yang berfaedah bagi kehidupan sebab dengan adanya siang dan malam, semua yang hidup dapat mengatur waktu hidupnya antara bekerja dan beristirahat. Ini menjadi hal penting untuk keberlanjutan kehidupan. Terang yang diciptakan Allah sebagai kuasa Allah menunjukkan bahwa Allah juga penguasa waktu.
Karena Ia adalah penguasa waktu, maka semua makhluk hidup yang menjalani hidup berdasarkan waktu berkewajiban mutlak untuk menyerahkan kehidupannya pada Allah, pemilik waktu itu supaya kuasa Allah dalam Terang itu membimbingnya untuk dapat menjalani waktu hidupnya dengan baik dalam tuntunan Allah si penguasa waktu itu. Siang dan malam adalah gambaran waktu untuk bekerja dan beristirahat supaya memulihkan keadaan tubuhnya dan membangun relasi dengan Tuhan, Penciptanya.
Doa: Tuhan kami berserah diri sepenuhnya kepadaMu, menjalani hidup dalam kehendakMu. Amin! Lagu: KJ.No.3 dan KJ. 60.