Pada Mulanya Allah Menciptakan Langit dan Bumi

Catatan Redaksi
Syalom!
Jemaat Rehobot yang terkasih dalam Kristus, mulai minggu ini redaksi akan menghadirkan bagi bapak, ibu, saudara, saudari serangkaian renungan yang dipersiapkan secara berseri. Renungan yang kami sebut Renungan Harian Rehobot ini adalah wadah untuk mempersiapkan presbiter dalam rangka melanjutkan pelayanan di Rehobot dan juga anggota jemaat Rehobot dalam aktivitas setiap hari.
Serial renungan harian ini akan memberikan perenungan yang didasarkan pada sebuah kitab. Kitab itu akan dibahas per pasal dan per ayat sehingga diharapkan dapat mempercaya pembaca untuk memahami firman Tuhan dalam pasal dan ayat pada suatu kita.
Setiap pasal akan menjadi sebuah edisi. Untuk maksud itu, maka kami akan memulainya dari kitab Kejadian, dimana edisinya akan disesuaikan dengan jumlah pasal dalam kitab Kejadian.
Semoga hadirnya renungan harian Rehobot akan mempercaya kita dalam memahami isi kitab-kitab dalam Alkitab.
Selamat membaca!
Penjarum, Rehobot Bakunase, Januari 2025
Renungan Harian Rehobot
Oleh: Pdt. Yaksih A. N. Tnunay
Pembacaan Alkitab: Kejadian 1: 1
Di setiap suku atau bangsa selalu ada cerita yang salah satu isinya tentang dari mana asal suku atau bangsa itu dan juga alam semesta. Di Timur Tengah Kuno, jauh sebelum bangsa Israel terbentuk dari 12 anak Yakub, keturunan Abraham, sudah ada cerita mitos atau mitologi tentang asal usul alam semesta. Cerita mitologi itu dibuat dalam rangka menerangkan siapakah manusia itu dalam hubungan dengan ilah. Dalam cerita itu disebutkan bahwa dulu ada pertempuran antara 2 dewa agung. Dalam pertempuran itu satu dewa yang sering melakukan kebaikan mengalahkan dewa yang sering melakukan kejahatan. Tubuh dewa yang kalah itu dipotong dan kemudian disebarkan ke jagat raya. Saat menyebarkannya, si dewa pemenang mengucapkan suatu kata tentang tubuh itu dan tubuh itu akan jadi seperti kata si dewa pemenang itu, hingga akhirnya ia menciptakan manusia. Manusia ini akhirnya menjadi makhluk yang melayani si dewa pemenang.
Mitologi ini berkembang sangat luas dan terus diajarkan turun temurun. Saat Israel terbentuk sebagai bangsa dan mewarisi iman Abraham, Ishak dan Yakub, para leluhur mereka, mereka sadar bahwa langit dan bumi beserta isinya, termasuk manusia adalah ciptaan Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yakni Allah yang penuh kasih dan kebaikan itu. Allah mereka. Allah itu menciptakan langit dan bumi dan memberikan langit dan bumi beserta isinya kepada manusia untuk dijaga, dipelihara bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya dengan memperhatikan kelestariannya sebab manusia itu bergantung sepenuhnya pada langit dan bumi ciptaan Allah itu. Langit dan bumi ini diciptakan Allah mendahului penciptaan makhluk hidup lainnya, termasuk manusia supaya darinya makhluk hidup itu, yang di dalamnya ada manusia, hidup dan berkembang biak.
Tuhan memberikan kita kehidupan dengan segala apa yang kita butuhkan untuk menjalani kehidupan sampai dengan bulan September di tahun 2025. Dia dalam kasih dan kuasaNya memastikan kita dapat menjalani kehidupan di bumi ciptaanNya dengan baik sambil kita juga mengakui bahwa Dialah pencipta langit dan bumi. Cara kita mengakuinya adalah dengan menjadi penjaga, perawat segala yang Allah ciptakan itu dengan memastikan kelestariannya. Cara merawatnya tentu saja merawat sesuai kehendakNya. Dan supaya tahu kehendakNya, maka membaca firman dan hidup dalam relasi dengan Dia menjadi penting untuk kita buat di sepanjang tahun ini.
Doa: Tuhan pimpinlah kami menjalani hidup di tahun baru pemberianMu dalam kehendakMu. Amin!
Lagu: KJ.No.3 dan KJ. 64.