Allah, Sang Pengendali dan Penata Kehidupan

Pdt. Yaksih A. Tnunay
Bacaan Alkitab: Kejadian 1: 6-8
Maka Allah menjadikan cakrawala…….. Dan jadilah demikian.( ayat 7)
Air memiliki peran penting bagi kehidupan. Semua yang hidup membutuhkan air untuk keberlanjutan kehidupannya. Dalam jumlah yang sedikit air masih bisa dikendalikan, akan tetapi ketika air berada dalam jumlah yang banyak, air memiliki kekuatan untuk menghancurkan. Kita ingat peristiwa tsunami di Aceh tahun 2000-an.
Tsunami di Maumere tahun 1990-an. Atau banjir bandang di Sukabumi menjelang akhir tahun 2024 kemarin. Semua itu menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan air itu.
Dalam 3 ayat ini kita menemukan sebuah karya Allah sebagai sangan pengatur dan pengendali kehidupan melakukan penataan pada unsur-unsur yang berpotensi merusak untuk bermanfaat bagi kehidupan. Pada saat Allah memulai melakukan penataan segala sesuatu yang kosong dan kacau balau untuk memulai menciptakan kehidupan, Allah mengatur air yang memiliki potensi kehancuran itu untuk dapat dikendalikan digunakan bagi kehidupan. Cakrawala yang kemudian disebut langit adalah pilihan Allah untuk penataan itu. Cakrawala adalah pembatas yang Allah beri untuk memisahkan air, yaitu air di atas dan air di bawah. Cakrawala atau langit dibuat Allah untuk membatasi pergerakan air dalam jumlah yang besar sehingga tidak berpotensi merusak tatanan kehidupan. Cakrawala adalah cara Allah mengendalikan potensi yang dapat merusak keberlanjutan kehidupan makhluk hidup lainnya.
Gambaran tentang cara kerja Allah, Sang Pengendali dan Penata kehidupan ini memperlihatkan kepada kita tentang pentingnya menata kehidupan untuk menjadi tertata dengan baik. Alasannya sederhana saja, yaitu bahwa jikalau sesuatu ditata dengan baik. Diatur denga rapih, maka keadaan itu akan membangkitkan spirit kerja dan kemauan untuk beraktivitas. Bayangkan saja jika kita harus berada dan hidup di suatu lingkungan yang berantakan dan kotor, mungkinkah kita akan nyaman dalam menjalani hidup? Gambaran tentang Allah, Sang Penata dan Pengendali ini berisikan pesan untuk sebagai ciptaan yang diberikan mandat untuk “berkuasa” atas ciptaan lain, manusia juga memainkan perannya untuk menjadi pengendali dan penata segala ciptaan yang lainnya agar mereka dapat memberi kontribusi positif bagi ciptaan yang lainnya. Gambaran tentang Allah, Sang Pengendali dan Penata ini adalah amanat bagi manusia yang akan menjadi pemimpin untuk bercermin pada Allah dalam fungsi kepemimpinannya.
Ketika saudara dan saya memimpin dalam lingkup apapun, mulai dari yang terkecil hingga yang lebih di atas itu, maka fungsi kepemimpinan itu harus memberi manfaat yang positif bagi kehidupan dan mereka yang dipimpin. Pemimpin bukan ada untuk dilayani tetapi pemimpin hadir untuk bekerja mengendalikan dan menata agar potensi-potensi yang berkemungkinan merusak dan memberi dampak negatif bagi kehidupan dikendalikan dengan baik.
Doa: Allah, Tuhan kami. Arahkanlah diri kami agar kehadiran dan karya kami memberi dampak positif bagi kehidupan bersama di bumi ciptaanMu. Amin. KJ. No. 4 dan KJ. 61.