Laut dan Darat adalah Ciptaan Allah

Pdt. Yaksih A. N. Tnunay
Bacaan Alkitab: Kejadian 1: 9-13
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. (ayat 10)
Bumi tempat kita diami terdiri dari 2 wilayah, yaitu daratan dan lautan. Di setiap wilayah itu ada penghuninya. Di lautan selain bebatuan dan tanah, ada juga makhluk hidup sepertu tumbuhan dan binatang yang bisa hidup di air. Di daratan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Kepercayaan primif, masa lampau meyakini bahwa untuk tiap wilayah ini ada penguasanya. Ada penguasa laut dan ada penguasa darat. Suku Timor misalnya. Mereka mengatakan penguasa air adalah buaya dan penguasa darat adalah ular jenis besar (piton-liuk saen-bahasa lokal). Para penguasa ini menjaga wilayah mereka masing-masing dengan para pengikut setia mereka yang selalu melaksanakan perintah penguasa mereka.
Kepercayan seperti ini juga masih digambarkan dalam cerita-cerita Alkitab. Tentang penguasa air misalnya, cerita Yesus berjalan di atas air. Saat Yesus datang menghampiri para murid yang bergumul dengan angin sakal, kira-kira jam 3, para murid ketakutan karena berpikir Yesus itu hantu, si penguasa air.
Demikian juga di Mazmur 121, gunung-gunung dalam mazmur itu adalah representasi penunggu wilayah karena diyakini setiap gunung ada penguasanya. Dengan menyebutkan bahwa Allah memisahkan air untuk menghadirkan daratan sehingga ada laut dan darat, maka penyebutan itu pemberitahuan sekaligus penegasan bahwa laut dan darat yang dipercayai oleh sebagian masyarakat memiliki penguasa yang harus ditakuti dan disembah, tidaklah benar.
Laut dan darat adalah ciptaan Allah. Allah adalah penguasa mereka. Dialah yang membentuk mereka dan menjadikan makhluk hidup lainnya untuk menempati laut dan darat. Mereka dibentuk Allah untuk ditempatkan Allah ciptaanNya yang lain. Mereka tidak berkuasa atas kehidupan makhluk hidup yang lain. Namun demikian, mereka, lautan dan daratan perlu dijaga kelestarian mereka sebab mereka merupakan lingkungan hidup untuk berbagai ciptaan lain dapat hidup, tumbuh dan berdampak bagi kehidupan manusia.
Laut sama seperti daratan. Dia juga merupakan ciptaan Allah. Dia adalah lingkungan tempat hidup aneka jenis makhluk ciptaan Allah lainnya. Jika selama ini masih ada kepercayaan bahwa laut itu wilayah yang menakutkan karena dihuni penguasa luat yang mengerikan, maka cerita penciptaan laut dan darat adalah cerita yang mau menunjukkan bahwa karena laut adalah ciptaan, maka keberadaan laut dalam kehidupan di bumi ciptaan Allah ini punya peran penting sebab sebagai lingkungan tempat hidup makhluk hidup di air, ia berkontribusi positif untuk menopang kehidupan. Kalau manusia sebagai makhluk yang diberi tanggung jawab memimpin makhluk hidup yang lain di bumi ciptaan Allah merawat laut dan memanfaatkan hasil laut dengan baik dan menjaga kelestariannya, maka manusia bukan saja menyelamatkan kehidupan generasinya saja tetapi juga kehidupan makhluk hidup lainnya.
Doa: Terima kasih Tuhan karena Tuhan menyediakan bagi kami berkatMu dalam setiap ciptaanMu. Ajarlah kami untuk mengelolanya secara baik dan bertanggung jawab sesuai kehendakMu. Amin. KJ. No. 5 dan KJ. 61.