Makhluk Hidup Penghuni Daratan

Pdt. Yaksih A.N. Tnunai
Bacaan Alkitab: Kejadian 1:24-25
Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk hidup…..(ayat 24)
Setelah menciptakan makhluk hidup yang hidup di laut dan burung-burung di bumi yang melintasi cakrawala, maka selanjutnya, Allah menciptakan lagi makhluk lainnya yang menghuni daratan. Makhluk itu adalah binatang liar, ternak dan binatang melata.
Penciptaan di awal hari keenam untuk makhluk hidup di daratan ini menarik karena mereka disebutkan dalam 3 jenis, yaitu binatang liar, ternak dan binatang melata. Binatang liar ada jenis binatang yang hidup di alam terbuka secara bebas sesuai dengan tabiat mereka.
Penggunaan kata liar menunjukkan bahwa binatang ini memiliki tingkat kesulitan untuk dijinakkan dan hidup berdampingan dengan manusia. Kalaupun mereka dapat dijinakan dibutuhkan ketrampilan tertentu dan selalu harus dalam keadaan waspada karena sifat liar yang ada pada mereka sewaktu-waktu dapat muncul dan menyerang manusia ketika dia merasa terganggu ketenangannya. Ternak adalah binatang yang berkaki 2 atau 4 yang dapat dijinakkan dan bisa hidup berdampingan dengan manusia.
Makhluk-makhluk hidup ini diciptakan Tuhan untuk memenuhi daratan dan punya kemampuan berkembang biak serta memiliki tabiat yang berbeda-beda. Tabiat itu menjadi penanda bagi manusia untuk dapat memperlakukan mereka dengan tepat sehingga ketika berhadapan dengan mereka.
Bertemu dengan mereka, manusia dapat memperlakukan mereka dengan tepat. Makhluk-makhluk hidup penghuni bumi ini diperlengkapi dengan tabiat untuk menolong manusia yang akan juga menghuni bumi kelak.
Makhluk-makhluk hidup penghuni bumi dan daratan yang Allah ciptakan di awal hari keenam, selain hadir untuk memenuhi bumi ciptaan Allah, mereka juga memiliki peran untuk menjaga keseimbangan hidup di bumi. Dalam ilmu Biologi, keseimbangan hidup itu dikenal dengan istilah rantai kehidupan dan rantai makanan. Dalam rantai kehidupan dan rantai makanan, kehadiran suatu makhluk hidup sejak diciptakan di hari kelima dan keenam, ada untuk menciptakan keseimbangan. Ketika suatu makhluk hidup dimusnakan jenisnya, maka akan terancam rantai kehidupan dan rantai makanan. Karena makhluk hidup ini ada untuk menciptakan keseimbangan dalam hidup sebagai sebuah rantai kehidupan dan rantai makanan, maka baiklah kita yang diberi kuasa untuk mengatur terjaganya rantai kehidupan dan keseimbangan hidup menjaga agar tidak terjadi pemusnahan satu makhluk hidup karena pemusnahan secara tidak bertanggung jawab akan merusakan kesimbangan hidup di bumi ciptaan Tuhan.
Doa: Tuhan, tolonglah kami merawat kelestarian hidup semua makhluk ciptaanMu. Amin!Lagu: KJ.No.6 dan KJ. 66.