Menaati Hukum Tuhan Sebagai Nafas dan Energi Kehidupan

Pembacaan Alkitab : Yosua 8:30-35
Peralihan kepemimpinan dari Musa, pemimpin yang kharismatik itu kepada Yosua, salah seorang dari dua pengintai saat akan memasuki tanah Kanaan dan pengikut Musa yang setia. Pada Ulangan 31, Musa yang menyerahkan estafet kepemimpinan Israel ke Yosua untuk memasuki tanah Kanaan dilakukan. Musa memberikan penguatan dan keyakinan dalam diri Yosua bahwa Allah akan menyertainya, menyertai Israel untuk memasuki dan merebut tanah Kanaan. Kini setelah mereka berpisah dengan Musa, Yosua yang menggantikan Musa oleh kehendak Allah, memimpin bangsa itu menyebrangi sungai Yordan, batas tanah perjanjian dengan Padang Gurun.
Dalam kepemimpinannya yang disertai Tuhan, Yerikho, kota besar di negeri Kanaan itu beserta Ai berhasil mereka takhlukan dan kuasai. Di Yerikho, Israel yang menang itu melakukan pelanggaran atas perintah Tuhan dan karena itu mereka mengalami kekalahan saat hendak menaklukan Ai sebelum Akhan yang melakukan pelanggaran itu mengaku dan menerima hukuman dari Tuhan. Dan bahwa setelah mereka dipulihkan Tuhan akibat perbuatan Akhan, mereka kemudian oleh pimpinan Tuhan menaklukan Ai dan menguasainya. Perang Ai pada Israel akhir berakhir setelah raja Ai dibunuh Israel. Kemenangan itu dirayakan dengan cara yang berbeda seperti saat mereka menaklukan Yerikho. Israel kini belajar dari pengalaman di Yerikho menjadi bangsa yang lebih taat pada perintah Allah, dan Yosua sebgai pemimpin, memimpin sebagai pemimpin yang Theokrasi (yang mengedepankan Allah sebagai pemimpin-taat pada kehendak Allah).
Bacaan kita menunjukkan hal itu, yaitu bahwa supaya bangsa Israel tidak berlebihan bereforia karena kemenangan yang mereka dapat saat ini dan seterusnya, maka Yosua memimpin bangsa Israel yang baru saja merebut Ai, ke gunung Ebal, mendirikan di sana mezbah, sesuai perintah Tuhan. Dibangun tanpa sentuhan perkakas apapun untuk mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan. Di gunung itu juga Yosua membacakan kembali hukum Tuhan untuk didengar, dipahami dan diindahkan dalam tindakan Israel, karena Yosua berkehendak bahwa Israel harus menaati hukum Tuhan dalam semua aspek dan tindak tanduk perilaku hidup mereka. Dalam bacaan ini ada 2 hal yang penting untuk kita renungkan, yaitu mesbah yang dibangun tanpa sentuhan perkakas tapi dengan tangan orang Israel sendiri. Ini adalah simbol dari kepatuhan untuk melaksanakan hukum Tuhan tetapi juga simbol tentang menjaga kekudusan hati dan hidup dalam melaksanakan kehendak Tuhan. Mezbah tanpa sentuhan alat perkakas adalah gambaran tentang hal itu bahwa Israel sekarang dan akan datang adalah Israel yang patuh dan menjadikan hati dan hidup mereka kudus untuk melakukan kehendak Tuhan.
Selanjutnya, hal kedua adalah bahwa pembacaan hukum Tuhan untuk didengar, dipahami dan akan dilakukan dalam kehidupan adalah pesan pengajaran agar hukum Tuhan itu terus-menerus menjadi nafas dan energy yang menggerakkan Israel dalam berpikir dan berperilaku. Dan untuk itu, maka mereka harus menjadi membaca dan merenungkan hukum Tuhan sebagai aktivitas yang harus mereka lakukan tiap hari sebagai pedoman untuk menjalani dan mengerjakan aktivitas hidup setiap hari. Pertanyaan untuk kita diskusikan bersama adalah apakah yang harus dilakukan oleh kita di masa kini untuk menjadikan hukum Tuhan sebagai nafas dan energy yang menggerakan kita dalam berpikir dan berperilaku dalam hidup?
Usulan Untuk Persiapan Renungan
Tema: Menaati Hukum Tuhan Sebagai Nafas dan Energi Kehidupan
Pendahuluan
Bisa mulai dengan membahas tentang pentingnya nafas dan energy untuk kehidupan dan aktivitas yang dikerjakan. Nafas dibutuhkan untuk membuat kita hidup dan mampu beraktivitas. Energy dibutuhkan untuk membuat kita memiliki tenaga dalam beraktivitas mewujudkan apa yang mau kita dapatkan. Bayangkan kalau 2 hal ini tidak ada dalam makhluk hidup, apakah masih bisa disebut sebagai makhluk hidup? Bacaan ini memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan menghendaki umatNya untuk menjadikan hukumNya sebagai nafas dan energy kehidupan mereka. Bagaimana melakukannya? Mari kita lihat bersama.
Pendalaman dan Refleksi
Masukan halaman 1-3 sebelum pertanyaan diskusi (hasil pertanyaan diskusi nanti bisa menjadi pengembangan dari menjawab pertanyaan diskusi).
Penutup
Melalui bacaan ini, Tuhan mengajarkan kita untuk menjadikan firmanNya sebagai pedoman hidup dan beraktivitas, menjadi nafas dan energy yang menggerakan hidup dan aktivtas tiap saat. Mari menjadikan firman sebagai pedoman, nafas dan energy kehidupan kita dengan membaca dan mempelajarinya setiap waktu. Akhirilah dengan Tuhan menolong dan memberkati kita. Amin